JUAL KAOS REYOG ASLI PONOROGO

JUAL KAOS REYOG ASLI PONOROGO
CONTOH KAOS

Sabtu, 29 Januari 2011

SEORANG IBU YANG MENGAKU 17 KALI DI DATANGI ALIEN

Ibu Ini Mengaku 17 Kali Didatangi Alien
Pertemuannya dengan makhluk asing terjadi saat ia masih gadis kecil.
Sabtu, 13 November 2010, 07:03 WIB
Tampilan UFO di film Independence Day (20th Fox Century)
Dari penampilannya, Bridget Grants tampak seperti ibu rumah tangga biasa ketimbang jadi pusat perhatian di konferensi-konferensi tingkat dunia.

Namun, inilah yang terjadi. Pengalaman aneh yang ia alami berkali-kali membuatnya dicari dan diminta berbicara di podium di berbagai negara.

Apa yang membuatnya tenar? Nama Bridget Grants dikenal luas sebagai orang Inggris yang paling banyak bertemu alien dan UFO.

Tak tanggung-tanggung, dalam 40 tahun hidupnya, setidaknya 17 kali ia mengaku didatangi makhluk luar angkasa. Lima di antaranya malah langsung bertatap muka.

"Kenapa harus saya? Jujur, saya tahu, ini bisa dimengerti, tapi bagaimanapun, aku membutuhkan jawaban," kata Bridget seperti dimuat situs Daily Telegraph, Jumat 12 November 2010.

Bridget mengaku bersyukur. "Tapi, sejujurnya, aku merasa frustasi, sebenarnya banyak  pengalaman yang belum aku ungkapkan ke banyak orang, aku takut diejek," kata dia.

Diceritakannya, pertemuannya dengan makhluk asing terjadi saat ia masih gadis kecil. Saat itu ia tinggal di sebuah desa di Devon.

"Aku baru berusia tujuh tahun saat itu. Yang kuingat saat itu sedang liburan sekolah di musim dingin," kata Bridget.

Kala itu, ia akan pulang ke rumah untuk mengikuti acara minum teh. Untuk beberapa alasan, ia melewati jalan desa yang beda dari rute biasa yang sering dilaluinya.

"Lalu, aku bertemu seorang gadis, ia kecil, tingginya sama denganku saat itu. Saat itu kupikir ia gadis China, karena matanya sipit," kata Bridget.

Gadis itu, dia melanjutkan, menunjukkan sejumlah uang, mata uang Hong Kong. Gadis misterius itu juga menunjukkan rumahnya.

"Dia tidak banyak bicara, karena aku harus pulang untuk minum teh, kami janjian bertemu di hari lain," cerita Bridget.

Namun, saat kembali keesokan harinya, di waktu yang hampir sama, rumah dan gadis itu tak ada lagi.

Disadarinya ia berada di akhir sebuah jalan buntu. Namun ada lapangan di sana. Kemudian, ia melihat sebuah gazebo dikelilingi oleh lampu berwarna.

"Rumput berkilauan dari lampu dan aku ingat melompat turun dari sesuatu dan pulang," kata dia. Sejak saat itu, Bridget mengaku tidak pernah melihat "gadis China" atau "gazebo" lagi.
Mengenang kisah hidupnya 33 tahun lalu, ia berpendapat gadis yang ditemuinya adalah alien atau disebut juga 'grey'.

Apalagi, pakar UFO yang tahu kisah itu menduga, gazebo yang dilihat Bridget adalah piring terbang. Dan gadis itu adalah alien yang menyamar.

Bridget mengaku sudah menemui paranormal, mencari tahu apakah gadis itu hantu. Namun, paranormal yang ia temui mengatakan, hantu memang bisa menyerupai manusia, tapi tidak sesolid itu.

Ditambahkan Bridget, insiden besar berikutnya dengan alien terjadi pada Februari 1993. Saat itu ia berada di Los Angeles sebagai perias wajah.

Saat itu, ia sedang mengemudi di area yang dinamakan Brentwood, bersama temannya, Jane. Menurut Bridget, saat itu ia baru meninggalkan ruas tol  dihentikan lampu lalu lintas.

Tiba-tiba rasa takut menerjangnya. Saking cemasnya, ia mencengkeram roda kemudi dengan kuat.

Ia lalu melihat sinar perak, seperti pesawat besar, perak, bulat, panjangnya delapan sampai 10 meter. "Tak ada bersuara, tak bersayap, dan tak mengeluarkan asap," katanya.

Bridget melihat ada cahaya oranye kemerahan di bawahnya. Benda itu lalu meluncur melalui puncak pepohonan. Lalu ia melihat tiga sampai empat helikopter mengejar pesawat aneh itu.

Ia dan Jane terkesima dengan pengalaman aneh yang mereka alami. Namun, mereka sadar, tak semua orang bakal memercayainya.

Kini, Bridget kembali ke kampung halamannya di Devon dan mendirikan grup untuk mempertemukan orang-orang yang punya pengalaman hampir sama: bertemu alien.

Bridget  juga menulis buku berdasarkan pengalaman pribadinya. Tapi, ia mengaku, sampai saat ini tidak mengerti apa yang sebenarnya dialami.

Jerman Era Hitler Bnagun Armada UFO.....................

Sains & Teknologi
Jerman Era Hitler Bangun Armada 'UFO'?
Diciptakan pesawat mirip piring terbang atau UFO untuk misi mengebom London dan New York.
Kamis, 18 November 2010, 10:33 WIB
Elin Yunita Kristanti
Pesawat berbentuk piring terbang buatan Jerman (Daily Mail)
Saat tentaranya mulai remuk di dua front terpisah, Salingrad dan Afrika Utara, Hitler yang frustasi mulai mengalihkan "kegilaannya" dengan memerintahkan para ilmuwan menciptakan senjata perang super.

Di antaranya, roket V2 dan jet tempur pertama yang sayangnya terlambat untuk menghentikan datangnya kekalahan.

Yang lainnya, sangat ambisius. Misalnya, ide membuat pesawat mirip piring terbang atau UFO untuk misi mengebom London, Inggris dan New York, Amerika Serikat.

Piring terbang tersebut diduga tak hanya sekedar gambar, melainkan sudah berbentuk prototipe dan sudah uji terbang. Insinyur proyek ini, Joseph Andreas Epp, mengatakan, sudah 15 prototipe dibangun.

Digambarkan dia, pesawat itu terdiri dari kokpit yang berada di tengah dan dikelilingi sayap berputar mirip baling-baling yang berbentuk lingkaran. Sayap ini memberikan daya angkat bagi pesawat itu.

Setelah lepas landas, baru roket dinyalakan.

Program di bawah komando perwira SS, Hans Kammler pada 1944 dikatakan telah membuat terobosan signifikan dalam percobaan anti-gravitasi. Demikian diungkap dalam majalah sains Jerman, PM.

Proyek ini awalnya disebut skema Schriever-Habermohl. Rudolf Schriever  adalah seorang insinyur dan pilot penguji. Sementara Otto Habermohl adalah insinyur. Proyek ini berbasis di Praha antara 1941 dan 1943.

Majalah tersebut mengutip pengakuan orang-orang yang yakin menjadi saksi mata piring terbang ditandai dengan salib besi khas tentara Jerman terbang rendah di atas Thames pada 1944. Juga kesaksian beberapa tawanan sekutu yang melihat piring terbang keperakan terbang rendah di beberapa kesempatan.

"Ancaman serius juga mengarah ke Amerika," demikian ditulis dalam majalah PM, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 18 November 2010.

Di masa itu, media New York Times menulis berita tentang 'piring terbang misterius' dan mempublikasikan foto benda aneh yang melintas cepat di atas gedung-gedung yang menjulang tinggi.

Majalah PM juga mengatakan, Jerman telah menghancurkan dokumen aktivitas mereka. Namun pada 1960 di Canada, ahli UFO berhasil menciptakan model tiruannya. Dan terbukti, benda itu bisa terbang.

Hal yang sama juga pernah diungkap Igor Witkowski, mantan jurnalis dan sejarahwan teknologi militer dan kedirgantaraan Polandia.

Dalam bukunya, 'Prawda O Wunderwaffe' pada tahun 2000, ia mengklaim bahwa Nazi telah menciptakan pesawat berbentuk lonceng. Setelah perang, ilmuwan Jerman banyak membantu program luar angkasa Amerika. (hs)

Astronom RI Temukan Planet Alien Galaksi Lain

Fokus
Astronom RI Temukan Planet Alien Galaksi Lain
Temuan Planet HIP 13044b memberi gambaran nasib masa depan Bumi dan tata surya.
Jum'at, 19 November 2010, 10:26 WIB
Elin Yunita Kristanti
Gambaran tentang planet alien, HIP 13044b (ESO/L. Calçada)
Para astronom telah mengkonfirmasi temuan planet alien (asing) di Galaksi Bima Sakti yang datang dari galaksi lain. Namanya, Planet HIP 13044b yang mengorbit bintang tua, HIP 13044.

Planet mirip Yupiter ini sebenarnya lahir di galaksi lain, namun kemudian ditangkap oleh Bima Sakti sekitar 6 sampai 9 miliar tahun yang lalu. Efek samping dari kanibalisme galaksi membawa sebuah planet yang dulunya jauh kini berada dalam jangkauan para astronom untuk kali pertamanya.

Planet ini ditemukan oleh tim astronom dari Max-Planck-Institut fur Astronomie (MPIA), Heidelberg, Jerman. Tim peneliti meneliti pergerakan HIP 13044 menggunakan teleskop di sebuah observatorium di selatan Eropa,  La Silla Observatory di Chile.

Setelah enam bulan pengamatan, mereka meneteksi gerakan-gerakan kecil yang melawan tarikan gravitasi planet yang mengorbit.

Yang membuat bangga, astronom asal Indonesia, Johny Setiawan didaulat jadi pemimpin proyeknya.

"Bagi saya, itu adalah kejutan besar," kata pemimpin tim, Johny Setiawan dari MPIA, speerti dimuat SPACE.com, 18 November 2010.  "Kami tidak mengharapkan itu pada awalnya."

Tim peneliti yang dipimpin Johny Setiawan membeberkan hasil observasinya secara online dalam situs Science  edisi 18 November.

Ukuran planet ini  25 persen lebih besar dari Jupiter. Ia mengorbit bintang HIP 13044  yang jaraknya 2.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Fornax.

Planet HIP 13044b berada sangat dekat dengan bintangnya itu. Jarak terdekat dengan bintang induk sekitar 8 juta kilometer atau 5,5 persen jarak Bumi dan Matahari. Planet menyelesaikan orbit setiap 16,2 hari.

HIP 13044b selamat dari fase penuaan bintang -- yang juga akan dialami Matahari sekitar 5 miliar tahun lagi.

Penemuan ini memaksa para astronom memikirkan kembali ide-ide mereka tentang formasi planet dan kelangsungan hidupnya.  Apalagi, ini adalah planet pertama yang ditemukan mengelilingi bintang yang sangat tua dan miskin logam.

Johny setiawan memperkirakan, nanti, saat Matahari memasuki fase penuaan, menjadi raksasa merah, Bumi mungkin tak akan selamat.

"Planet-planet dalam, termasuk Bumi, mungkin tidak akan bertahan hidup," kata Johny Setiawan.

"Tapi Jupiter, Saturnus dan planet-planet luar mungkin pindah mendekat ke orbitnya, persis seperti yang kami deteksi."

Dalam kasus HIP 13044b, planet ini adalah korban yang selamat. Namun, ia tak akan hidup selamanya. Sebab, bintang induknya akan terus berkembang dalam tahap evolusi berikutnya. Planet ini akan tertelan.

Sekilas tentang Johny Setiawan

Johny Setiawan adalah astrofisikawan muda asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), Jerman. Hebatnya, ia orang non-Jerman yang dipercaya sebagai ketua tim proyek.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini menamatkan S-1 dan S-3-nya di Freiburg, Jerman.
Sebelumnya, engan teleskop 2,2 meter di La Silla, Cile, Johny berhasil menemukan planet baru: HD 11977 B. Planet ini berjarak 200 tahun cahaya dari bumi . Planet berukuran 6,5 kali Jupiter ini mengitari bintang raksasa HD 11977A. Sebelum merilis temuannya, Mei lalu, Setiawan memelototi bintang itu sejak 1999.

Sebelumnya, pemuda kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974, ini juga menemukan dua bintang raksasa baru, HD 47536B dan HD 122430B, pada 2003.
Astronom RI, Johny Setiawan